Dialog di Pendopo Keraton Sumenep! Sri Mulyani disoal terkait turunnya dana desa, ada apa?

- Jumat, 3 Februari 2023 | 17:55 WIB
Potret Menkeu Sri Mulyani bersama Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dan Menkopolhukam Mahfud MD saat melakukan dialog di Pendopo Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Surabaya Insider)
Potret Menkeu Sri Mulyani bersama Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dan Menkopolhukam Mahfud MD saat melakukan dialog di Pendopo Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Surabaya Insider)

SURABAYA INSIDER - Usai mengisi Kuliah Umum di kampus STKIP PGRI Sumenep dan melakukan kunjungan ke lokasi proyek KIHT di kecamatan Guluk-guluk, Madura Jawa Timur, Menkeu Sri Mulyani langsung keagenda selanjutnya.

Agenda tersebut merupakan serangkaian rondwon acara yang akan dilakukan oleh Menkeu Sri Mulyani dalam kunjungannya di Kabupaten Sumenep.

Diikuti oleh beberapa pejabat penting Sumenep yang dipimpin langsung oleh Menkeu Sri Mulyani dan KH. Said Abdullah juga Mahfud MD yang pada hari yang sama hadir juga dikegitan sebelumnya di STKIP PGRI Sumenep.

Baca Juga: AHY soal silaturahmi Anies Baswedan: Demokrat, Nasdem dan PKS solid

Dalam tangkapan SURABAYA INSIDER, pada kesempatan tersebut yang digelar di Pendopo Kabupaten Sumenep, ada beberapa kades kabupaten Sumenep yang curhat Dana Desanya turun.

Pertanyaan tersebut muncul karena adanya perihal penurunan dana desa yang disalurkan Kementerian Keuangan pada tahun ini.

Bahkan dalam keterangannya, Kades asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur itu mengatakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa desanya awalnya mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar, namun tahun ini menjadi Rp800 juta.

Baca Juga: Tangkal pelayanan buruk, Cak Eri ajak masyarakat awasi kinerja ASN Surabaya

"Dana desa itu di Kabupaten Sumenep, Ibu hampir rata-rata sekarang itu dikurangi, kalau di desa saya itu ya awalnya Rp 1 miliar lebih ini sekarang sekitar Rp800 juta, ini apa? Ini kendalanya seperti apa?," tanya kades tersebut dalam sesi diskusi Menteri dan Kades pada Talkshow APBN, Kamis, 02 Februari 2023.

Lebih lanjut lagi, Kades tersebut mengeluhkan dan mempertanyakan kenapa hal tersebut bisa terjadi, padahal pajaknya sudah terlaksana dengan baik.

"Apa yang bisa menyebabkan seperti itu padahal saya pajak sudah aktif, saya sudah mengikuti semua mekanisme, kok dikurangi? Padahal saya ingin membangun banyak yang di desa itu yang masih saya programkan," tuturnya.

Baca Juga: Your Addict 31: Kabar yang membahagiakan

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani juga menjelaskan terkait alasan kenapa dana desa itu turun.

"Kalau begitu kenapa saya turun ibu ambil ya dari Rp1 miliar sekarang menjadi Rp800 juta? Rp200 jutanya kemana, Bu? Itu seluruh alokasi anggaran desa memang berdasarkan sekarang pada kinerja, dan juga dari sisi indikator, ada juga dari sisi kemajuan," jelasnya di depan para peserta Talkshow.

Halaman:

Editor: Nur Ilham Sabariman

Sumber: Surabaya Insider

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X