Pondok pesantren terbesar di Jawa Timur miliki masjid dengan 9 pintu, berikut sejarah singkatnya

- Jumat, 17 Maret 2023 | 16:36 WIB
Potret masjid yang meniliki sembilan pintu yang ada di pondok pesantren terbesar Jawa Timur (Facebook/Rizki Nur Fitriyanto)
Potret masjid yang meniliki sembilan pintu yang ada di pondok pesantren terbesar Jawa Timur (Facebook/Rizki Nur Fitriyanto)

SURABAYA INSIDER - Salah satu pondok pesantren terbesar yang ada di Jawa Timur, ternyata memiliki masjid dengan sembilan pintu.

Dari informasi yang diperoleh, masjid dengan sembilan pintu di pondok pesantren terbesar di Jawa Timur itu dibangun pada tahun 1913.

Sampai sekaran, masjid di pondok pesantren terbesar di Jawa Timur itu masih tetap ada.

Baca Juga: Haid saat Ramadhan? tidak perlu khawatir, muslimah dapat lakukan amalan berikut untuk mendapat berkah

Diketahui nama masjid itu bernama masjid Lawang Songo, karena dari jumlah pintu masjid tersebut ada 9 pintu.

Jika dihitung umur masjid di pondok pesantren itu sekitar 110 tahun, lebih satu abad.

Perlu diketahui, seseorang yang membangun masjid bukanlah orang biasa. Ia merupakan pendiri pondok pesantren Lirboyo Kediri yaitu Kiyai H. Abdul Karim.

Baca Juga: Daftar penyelundupan pupuk subsidi di Madura, kasus yang sulit diungkap otak pelaku utamanya

Beliau membangun masjid dengan sembilan pintu di dalam wilayah pondok pesantren bertujuan untuk sarana beribadah.

SURABAYA INSIDER mengutip dari kanal YouTube Thube TV news pada 17 Maret 2023, dikatakan bahwa Kiyai H. Abdul Karim membangun masjid dengan sembilan pintu, ternyata setelah mendirikan pondok pesantren Lirboyo Kediri.

Diketahui, Kiyai H. Abdul Karim awalnya tinggal di Desa Lirboyo yang sekarang menjadi Kelurahan Lirboyo pada tahun 1910 Masehi.

Baca Juga: Heboh, pria mengaku nabi utusan Allah untuk mempersiapkan akhir dunia dengan meminta tumbal pesugihan

Sebelum Kiyai H. Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo beliau mengajar di pondok pesantren Tebuireng yaitu asuhan Kiyai H. Hasyim Asy'ari.

Kiyai H. Hasyim Asy'ari merupakan teman sebaya Kiyai H. Abdul Karim ketika berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kemudian, Kiyai H. Abdul Karim menikah dengan Nyai Khodijah binti Kiyai H. Soleh dari Banjar Melati Kediri.

Halaman:

Editor: ABD Lathif Surabaya Insider

Sumber: YouTube Thube TV news

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X